Serangan Jantung Tanpa Gejala Banyak Terjadi pada Wanita

Atmenlose Frau sitzt erschöpft auf dem Bürgersteig

Hampir setengah kasus serangan jantung terjadi secara tiba-tiba atau tanpa gejala. Tak ada rasa nyeri dada atau sesak napas yang muncul ke permukaan ketika serangan akan terjadi. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan serangan jantung tanpa gejala ini lebih banyak terjadi pada pria.

Di tahun berikutnya, ternyata yang terjadi sebaliknya. Kasus serangan jantung tanpa gejala ditemukan juga pada wanita. Bahkan wanita yang mengalami serangan jantung tanpa gejala memiliki resiko 58 persen lebih mematikan dibandingkan pasien pria yang hanya 23 persen.

“Angka kematian cukup tinggi karena orang yang mengalami serangan jantung tanpa gejala memilih tidak memeriksakan diri ke dokter karena tidak merasakan gejala sakit apapun,” kata Kepala Penelitian, Dokter Zhu Ming Zhang dari Wake Forest Baptist Medical Center di Winstin Salem, North Carolina, seperti yang dikutip dari Reuters, Selasa 17 Mei 2016.

Guna mendapatkan hasil prevalensi serangan jantung tanpa gejala ini, Zhang melakukan penelitian terhadap 9.500 orang dewasa dengan usia pertengahan. setengah dari partisipan dipantau terus menerus selama kurang lebih 13 tahun. Selama masa pantauan 317 orang mengalami serangan jantung tanpa gejala dan 386 orang memiliki serangan jantung dengan gejala biasa.

Lebih dari 1.833 kematian terjadi karena berbagai macam sebab selama periode penelitian berlangsung. 189 Kematian terkait dengan isu penyakit jantung. “Kasus serangan jantung tanpa gejala yang dialami para partisipan muda relatif dipengaruhi oleh faktor gender,” kata Dokter Laxmi Mehta, Direktur Program Kesehatan Kardiovaskuler Perempuan dari Ohio state University, Wexner Medical Center.

Menurut Mehta, dalam beberapa penelitian tentang serangan jantung disebutkan, bila serangan jantung lebih banyak terjadi pada lelaki muda dibandingkan perempuan muda. “Namun pada akhirnya, angka kematian pada perempuan karena garis pedoman yang selama ini ada diperuntukkan bagi laki-laki,” kata Mehta.

Penelitian lain yang dilakukan Dokter Leslie Cho dari Cleveland Clinic Ohio juga mengungkapkan fakta yang sama. “Tidak ada orang yang sadar memiliki bibit serangan jantung tanpa gejala, meskipun mereka mencoba untuk memetakan gejala yang sebenarnya muncul tidak menentu,” kata Cho.

Karena muncul tanpa gejala, sebaiknya setiap orang melakukan pemeriksaan rutin jantung, bila merasa memiliki faktor resiko. Sebab sangat penting bagi setiap orang menyikapi setiap gejala yang muncul secara serius. Termasuk gejala ringan seperti rasa nyeri di dada atau rahang. “Waktu menjadi setara pentingnya dengan kinerja otot,” kata Dokter Sheila Sahni dari Ronald Reagan University of California, Medical Center.

(tempo.co)

Leave a Comment