Rambut di Wajah Pria, Cerminkan Kondisi Kesehatan

Banyak pria yang menganggap menumbuhkan rambut di wajah, seperti brewok atau kumis, bisa menambah sisi maskulin dalam diri mereka.

Apapun alasannya, ternyata sebenarnya kita perlu memperhatikan rambut yang tumbuh di wajah karena bisa menunjukkan ada tidaknya gangguan kesehatan.

Dokter kulit Joel Schlessinger dan pakar nutrisi Paul Salter sepakat, rambut di wajah bisa menjadi pertanda bagi kondisi kesehatan kita.

Dilansir dari Reade’r Diggest, berikut kondisi kesehatan kita dilihat dari rambut di wajah.

Rontok

Jenggot yang rontok bisa menjadi pertanda adanya alopecia barbae yang merupakan gangguan autoimun.

Meski tidak menular ataupun berbahaya, tetapi kondisi ini bisa memicu iritasi, rasa terbakar, dan peradangan kulit.

Autoimun ini terjadi karena tubuh mulai melihat folikel rambut sebagai “penyusup” dan menyerang sel rambut sampai berhenti tumbuh.

Kondisi ini tak dapat diobati. Konsultasikan dengan dokter terutama jika kerontokan brewok disertai dengan rambut rontok di kepala dan juga rasa lemas, berat badan turun tanpa sebab, atau gangguan pencernaan.

Bisa jadi, kondisi ini disebabkan karena adanya gangguan tiroid, lupus atau diabetes.

Jenggot tipis atau menipis

Jenggot yang semula lebat kemudian jadi menipis bisa disebabkan karena kekurangan nutrisi penting. Paul Salter mengatakan, jika kita tak mengonsumsi kalori yang cukup, pertumbuhan dan pemeliharaan rambut tidak akan optimal.

Protein memainkan peran penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan. Jika kekurangan zat gizi ini, tubuh akan mengambil protein dari mana saja. Inilah yang memicu dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Untuk itu, kita harus mengonsumsi sumber protein sehat tanpa lemak. Nutrisi lain yang mendorong pertumbuhan rambut sehat adalah vitamin E dan C, seng, biotin, dan asam lemak.

Menipisnya rambut di wajah juga bisa pertanda adanya alergi makanan khusus yang kita alami. Alergi tersebut menyebabkan produksi peradangan dalam skala besar di tubuh.

Namun, gejala tersebut bervariasi pada setiap orang. Salter mengatakan rambut rontok sangat umum. Namun, kerontokan ini juga bisa menjadi gejala umum dari anemia.

Rambut wajah sangat tebal

Rambut di wajah adalah karakteristik seks sekunder. Hormon testosteron berperan besar dalamperkembangan rambut di wajah.

Jadi, memiliki rambut wajah yang tebal menunjukan jika kita memiliki sensitivitas testeron yang lebih tinggi.

Hormon ini juga mengubah rambut velus atau rambut ringan dan berbulu halus yang berkembang di tubuh selama masa kanak-kanak.

Dengan tersteron, rambut velus akan berubah menjadi rambut terminal atau rambut yang lebih tebal dan kasar yang berkembang saat pubertas.

Rambut wajah tak dapat tumbuh

Jika rambut di wajah kita benar-benar tak bisa tumbuh, kemunginan ini karena pengaruh genetika dalam pertumbuhan rambut.

Tak memiliki jenggot memang bukan hal bahanya.

Beberapa riset menunjukkan orang yang tak memiliki rambut di wajah kecil kemungkinannya untuk mengalami kebotakan daripada mereka yang memiliki jenggot tebal.

sumber: kompas

Leave a Comment