Inilah Penyebab Utama Infertilitas Pada Wanita

Infertilitas wanita

Sindrom ovarium polikistik atau Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah gangguan keseimbangan kadar hormonal. Pada sindrom ini, tubuh wanita memproduksi hormon laki-laki (androgen) secara berlebihan.

Masih banyak hal mengenai PCOS yang belum dipahami oleh para ahli: Para ahli tidak tahu persis apa penyebabnya, dan sebanyak 50% dari penderitanya tidak tahu bahwa mereka memiliki PCOS.

PCOS dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang serius, jadi penting untuk mengetahui gejala dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Disarikan dari Prevention, berikut adalah fakta-fakta kunci mengenai PCOS.

1. PCOS adalah kelainan hormonal.

Ovarium wanita menghasilkan sedikit hormon pria yang disebut androgen, tetapi wanita dengan SOPK memroduksinya terlalu banyak.

Walhasil, menstruasi jarang datang, wajah lebih berminyak dan rambut tumbuh secara berlebihan, terutama di tangan dan kaki

Androgen berlebih juga mengganggu ovulasi: Setiap siklus, folikel seharusnya membuka dan melepaskan telur yang matang. Padawanita dengan PCOS, itu tidak terjadi. Sebaliknya, folikel saling melekat membentuk kista kecil.

2. Bukan kista.

PCOS adalah kumpulan pola gejala, dan kista hanya salah satunya. Dokter Anda dapat melihat kista ini saat USG, tapi hal ini kerap menjadi potongan terakhir dari teka-teki PCOS.

Lebih sering, dokter memulai pengujian dengan tes darah untuk mengukur kadar hormon dengan didahului keluhan seperti menstruasi yang tidak teratur, rambut tubuh berlebihan, dan jerawat.

3. Sulit Dideteksi

Tidak ada satu tes yang dapat digunakan untuk secara definitif mendiagnosis PCOS. Dokter akan menentukan bahwa Anda memiliki PCOS dengan mengesampingkan kondisi lain yang dapat menirunya.

Seorang dokter kulit dapat mengobati jerawat Anda, tetapi mungkin tidak bertanya tentang siklus menstruasi Anda; ginekolog mungkin tahu tentang menstruasi yang tidak teratur, tetapi mungkin tidak memahami mengenai rambut yang tumbuh berlebih.

“Anda memiliki sejumlah profesional kesehatan yang dapat mengobati berbagai gejala ini, namun masing-masing melihat dari sudut pandang mereka,” kata Anuja Dokras, MD, PhD, direktur Penn Medicine’s Polycystic Ovary Syndrome Center .

(tribunnews.com)

Leave a Comment