Benarkah, Perempuan Lebih Fit Dibanding Laki-Laki ?

Laporan penelitian terbaru menyebutkan bahwa penderita obesitas perempuan memiliki tubuh yang lebih fit dibandingkan laki-laki. Hal ini disebabkan karena lelaki lebih rentan terserang diabetes atau gejala diabetes. Demikian seperti yang dilaporkan oleh para peneliti dari negeri kincir angin Belanda.

Bersaing Dengan Pria

Studi ini melibatkan 56 penderita obesitas, baik laki-laki maupun perempuan yang siap untuk menjalani operasi pengurangan lemak. Dari tes kesehatan yang dilakukan ditemukan bahwa laki-laki memiliki fisik yang lebih rentan dibandingkan perempuan. Demikian menurut Journal Chest yang diterbitkan oleh American College of Chest Physicians. Kemungkinan hal tersebut dikarenakan lemak pada penderita obesitas perempuan lebih merata dibandingkan laki-laki. Ini secara otomatis mempengaruhi pengolahan kadar karbohidrat di tubuh.

Para peneliti menemukan bahwa mayoritas laki-laki memiliki gejala diabetes karena adanya kadar karbohidrat di tubuhnya yang tidak dapat ditoleransikan lagi. “Kelebihan kadar karbohidrat akibat ketidakmampuan melakukan metabolisme kadar gula dalam karbohidrat mengakibatkan menumpuknya lemak dalam jaringan tubuh. Inilah yang mendorong seseorang terserang obesitas dan juga seringkali menurunkan daya tahan tubuh” jelas Emile Dubois, salah satu ilmuwan yang melakukan penelitian, seperti terlansir dari reuters.

Ditambahkan pula kelebihan karbohidrat ini pada umumnya menyerang kaum Adam yang akan secara otomatis mendorong tubuh si penderita menjadi lemah. Seseorang yang memiliki BMI (Body Mass Index) 25-30 masuk kategori gemuk atau kelebihan berat badan.

Sedangkan yang termasuk dalam kategori obesitas adalah yang memiliki BMI di atas 30. Biasanya memiliki kecenderungan terserang penyakit diabetes, jantung, stroke, dan kanker. Jika BMI-nya di atas 40 dikategorikan sebagai obesitas abnormal. Peneliti menemukan adanya 59% pria yang mengalami obesitas terkena diabetes atau gejala diabetes. Sedangkan hanya sebesar 35% perempuan obesitas yang mengalaminya.

Penderita kadar karbohidrat tinggi biasanya mengalami sindrom metabolisme tubuh yang dapat mengarah pada tekanan darah tinggi diabetes serta kelebihan berat badan. Perempuan yang menderita obesitas lebih rajin berolahraga untuk membakar lemaknya dibandingkan dengan laki-laki.

Oleh karenanya para laki-laki yang menderita obesitas lebih rentan terkena berbagai macam penyakit. Ini terbukti dari hasil frekuensi tes kesehatan dengan melakukan olahraga bersepeda serta tes kapasitas paru-paru. Penelitian ini juga menemukan hasil yang menyatakan bahwa kelebihan lemak di tubuh kemungkinan akan mempengaruhi kapasitas paru-paru penderita obesitas.

Leave a Comment